Posted by: mtsbjn | July 31, 2008

Komponen Pasif Elektronika

Pengertian Komponen Pasif:

Yang dimaksud dengan komponen pasif adalah komponen-komponen elektronika yang tidak dapat menghasilkan tenaga apabila di aliri aliran listrik.

Macam-macam Komponen Pasif:

  • resistor atau tahanan
  • kapasitor atau kondensator
  • induktor atau kumparan
  • transformator

RESISTOR
Resistor merupakan salah satu komponen terpenting pada sebuah rangkaian elektronika. Anda dapat melihat resistor hampir pada semua rangkaian elektronika. Beberapa fungsi dari Resistor ialah sebagai berikut:

  1. Membatasi arus listrik yang mengalir ke komponen lain. Beberapa komponen elektronika, misalnya LED (Light Emiting Diode) membutuhkan arus listrik agar bisa bekerja. Tetapi apabila arus yang mengalir pada LED tersebut terlalu besar maka dapat merusak LED tersebut. Anda dapat menggunakan resistor untuk mengatasi masalah ini.
  2. Mengurangi tegangan pada suatu bagian di rangkaian elektronika. Beberapa rangkaian elektronika membutuhkan tegangan kerja yang berbeda – beda pada setiap bagiannya. Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan resistor. Sambungan resistor seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. merupakan rangkaian pembagi tegangan. Misalnya anda mempunyai 2 buah resistor yang nilainya sama, maka tegangan diantara kedua resistor tersebut ialah setengah dari tegangan yang menyuplai resistor tersebut.

    Gambar 1. Resistor sebagai pembagi tegangan

Nilai dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm, dan direpresentasikan dengan huruf dari abjad Yunani yaitu Ω (Omega). Semakin tinggi “Ohm” dari suatu resistor maka semakin besar pula resistansi dari resistor tersebut.
Secara umum tipe resistor ada dua macam, yaitu Resistor tetap (fixed resistor) dan Resistor Variabel (variable resistor). Perbedaannya adalah sebagai berikut:
Resistor tetap mempunyai nilai resistansi yang sudah ditentukan. Nilai resistor tersebut biasanya dibaca menggunakan kode warna. Kode warna dimulai pada gelang yang paling dekat dengan ujung resitor, kode warna biasanya terdiri atas 4, 5 atau bahkan 6 gelang warna, untuk lebih jelasnya Lihat gambar 2.

Gambar 2. Kode warna pada Resistor

Gambar 2. Kode warna pada Resistor

Resistor variabel atau yang biasa disebut potensiometer memiliki tahanan yang dapat berubah – ubah secara kontinyu dari nilai resistansi yang paling rendah (minimum) sampai nilai resistansi yang paling besar (maksimum). Nilai maksimum potensiometer biasanya tercetak pada potensiometer itu sendiri.
Tidak semua resistor menggunakan kode warna. Kadang nilai resistor mungkin tercetak pada resistor itu sendiri tanpa menggunakan kode warna. Resistor seperti ini biasanya disebut precision resistor, nilai sebenarnya resistor ini sangat mendekati atau sama dengan apa yang tercetak pada resistor tersebut.

 

…………………………………………Bersambung


Responses

  1. singkat juga ia?he..

  2. wah…thx juga y..wlo singkat bisa buat tambah2 isi di laporan praktikum perkuliahan saya…
    thx…

  3. walah…
    ko bersambung c…

  4. trima ksih info tentang komp pasif walau singkat bisa nambahi ref q …………

  5. yah knp cm smpe resistor ajah penjelasnya pdhl msh ad komponen2 yg laen

  6. terusin lagi dong kk , komponen yg lain belum di jelasin !

  7. lanjutannya dongggg
    help help


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: